Jumat, 24 April 2015

Saat Cinta tak Terungkap

Apa yang anda pikirkan saat saya membuat judul seperti di atas ?? Ya, saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri tentang cinta. Bicara masalah cinta, sebenarnya saya sendiri kurang begitu paham apa itu cinta ? Hanya sekedar mengerti tanpa memahami..*halah
Urusan cinta adalah urusan yang begitu ribet, rumit dan terkadang menyebalkan. Tapi ada juga sih mungkin sekitar 10% yang membuat kita berbunga-bunga layaknya taman bunga di film India..*hohoho..
Kembali ke kisah cinta aku ya...

Dulu aku pernah bekerja di sebuah perkantoran gitulah. Ini tentang kisahku dengan teman sekantorku dulu. Sebut saja si C, nama panjangnya Cabe-cabean..*yaaa..bukan deng.. Masak iya cabe beneran suka cabe-cabean..*gludugg
Secara fisik si C ini gak terlalu menarik, tinggi badannya aja cuma se-aku..menang di jambul doang, ggkgkgk..Udah gitu pake kacamata lagi, minusnya 2,5% kalo gak salah..*buseeet, ni minus apa zakat fitrah ampe 2,5%..
Parahnya lagi, sebenarnya si C ini orangnya cuek abis, ngeyel, temperamen tinggi..Mbokyao yang ditinggiin itu badannya, bukan temperamennya..*ciaaa
Awalnya, hubungan kita ya cuma sebatas teman, antar karyawan gitu, kadang serius, kadang bercanda tanpa ada perasaan yang berarti.
Dengan berjalannya waktu, benih-benih cinta mulai tumbuh di hatiku, merasuk ke kalbuku, menggerogoti jantungku, mengoyak-oyak perasaanku, mencabik-cabik naluriku..*mulai deh hiperbola..haha. Tapi ini serius, aku merasa nyaman saat bercanda dengannya, aku mulai khawatir saat dia absen kerja, aku mulai grogi saat kita tak sengaja bertatap mata..Ah, mungkinkah ini perasaan cinta??" tanyaku pada rumput yang diem aja...*apasih?
Tidak, aku mencoba melawan dengan keras perasaan ini, mencoba mengabaikan apa yang terjadi dengan hati. Sampai akhirnya aku bisa menguasai perasaanku, aku tetap berteman baik dengannya, bercanda seperti biasa, memendam perasaanku yang sebenarnya sangat sulit. Aku benar-benar tak tau bagaimana sebenarnya perasaannya padaku. Dia tak pernah sedikitpun menunjukkan perasaanya yang membuatku semakin bertanya-tanya.. Kadang aku bingung saat dia mulai menunjukkan secuil perhatiannya padaku, aku udah langsung GR setengah hidup setengah mati...**yaaa..
Sampai suatu ketika ada sedikit masalah di kantor yang harus melibatkan dia sehingga dia terpaksa harus resign. Bagaimana perasaanku saat itu hanya aku yang tau.. Perasaan yang ada campur aduk, sedih, kecewa, merana, terluka, semuanya menjadi adonan-adonan nestapa...*yaaa.. jadi ketularan si Wira SUCI5... Tapi, itu sudah menjadi pilihannya, tak ada hakku untuk melarangnya. . Hakku hanya mencintainya dan kewajibannya adalah menerima cintaku..*gludaggg ngarep banget*.. Sampai dia keluar, tak ada satu patah katapun yang terucap dari mulutnya. Jujur, aku sangat menyesal, banyak hal yang belum aku lakukan bersamanya...(*jangan ngeres dulu). Maksudnya adalah melakukan hal-hal yang biasa terjadi antar teman sekantor.. Makan siang bersama, sholat berjamaah dimana dia menjadi imam dan aku makmumnya..*cieee... Tapi hal itu takkan mungkin terwujud lagi karena dia sudah tak sekantor denganku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar